avalw news
Bagus PutraBagus PutraVIEW PROFILE →

Google Rombak DeepMind: Demis Hassabis Mundur dari Kursi CEO, Ilmuwan Veteran Jeff Dean Hengkang

tech2026-08-19 · 3 min read · 356 reads

Dalam perombakan besar di divisi kecerdasan buatan Google pada awal Agustus, pendiri DeepMind Demis Hassabis melepas jabatan CEO untuk menjadi chairman, sementara ilmuwan senior Jeff Dean meninggalkan perusahaan. Langkah ini terjadi di tengah tekanan persaingan dari OpenAI dan Anthropic.

Raksasa teknologi Google melakukan perombakan besar pada divisi kecerdasan buatannya, Google DeepMind, pada awal Agustus 2026. Perubahan yang paling menonjol adalah keputusan Demis Hassabis, salah satu pendiri sekaligus wajah utama laboratorium tersebut, untuk melepaskan jabatannya sebagai kepala eksekutif atau CEO setelah bertahun-tahun memimpin.

Hassabis tidak sepenuhnya meninggalkan perusahaan. Ia justru naik menjadi chairman Google DeepMind sekaligus menyandang gelar kepala ilmuwan atau chief scientist di Alphabet, perusahaan induk Google. Dengan peran baru ini, ia akan menjauh dari urusan operasional sehari-hari untuk lebih berfokus pada gambaran besar jangka panjang.

Fokus utama Hassabis kini adalah strategi menuju kecerdasan umum buatan, yang dikenal sebagai AGI, yaitu tingkat kecerdasan mesin yang setara atau bahkan melampaui manusia. Ia menyatakan ingin memiliki waktu dan ruang untuk memikirkan implikasi keselamatan serta dampak sosial dari teknologi tersebut bagi umat manusia secara keseluruhan.

Siapa yang mengambil alih

Kendali operasional harian kini berpindah ke tangan Koray Kavukcuoglu, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala teknologi. Ia dipromosikan menjadi senior vice president Google DeepMind, tanpa gelar CEO tersendiri, dan akan melapor langsung kepada bos Google, Sundar Pichai, sambil mengawasi pengembangan model Gemini yang menjadi andalan perusahaan.

Penunjukan ini bukan hal yang benar-benar baru, sebab Kavukcuoglu disebut telah memimpin pengembangan Gemini selama lebih dari satu tahun terakhir. Sementara itu, Shane Legg, salah satu pendiri DeepMind yang kini menjabat sebagai chief AGI scientist, tetap berada di bawah koordinasi Hassabis dalam struktur kepemimpinan yang baru.

Kepergian Jeff Dean

Perombakan ini juga ditandai kepergian salah satu nama paling dihormati di dunia rekayasa perangkat lunak. Jeff Dean, yang telah mengabdi di Google selama 27 tahun dan menjabat sebagai kepala ilmuwan, mengumumkan pada 6 Agustus bahwa ia meninggalkan perusahaan untuk mendirikan usaha sendiri bersama sejumlah rekannya.

Perusahaan baru itu diberi nama Discovery Loop, sebuah public benefit corporation atau korporasi kepentingan publik yang berfokus pada otomatisasi riset di bidang pembelajaran mesin, sains, dan rekayasa. Menurut laporan, Dean tidak pergi sendirian, melainkan diikuti oleh sejumlah tokoh senior lain dari lingkungan Google selama ini.

Tekanan dari para pesaing

Google berupaya mempercepat pengembangan kecerdasan buatan di tengah persaingan sengit dengan OpenAI dan Anthropic. (foto ilustrasi)
Google berupaya mempercepat pengembangan kecerdasan buatan di tengah persaingan sengit dengan OpenAI dan Anthropic. (foto ilustrasi)

Perombakan besar ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Google tengah menghadapi tekanan berat dalam perlombaan kecerdasan buatan, terutama dari OpenAI, pembuat ChatGPT, dan Anthropic. Model Gemini terbarunya dilaporkan mengalami penundaan dan sempat tertinggal dari model-model kuat yang lebih dulu dirilis oleh para pesaingnya itu.

Selain itu, perusahaan juga menghadapi gelombang kepergian talenta. Salah satu contoh yang mencolok adalah John Jumper, ilmuwan yang bersama Hassabis pernah meraih Hadiah Nobel, yang lebih dulu meninggalkan Google pada tahun ini untuk bergabung dengan Anthropic. Perpindahan para peneliti bintang seperti ini menjadi persoalan tersendiri bagi Google.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, tim komunikasi, hukum, dan pemasaran DeepMind digabungkan dengan tim serupa yang ada di dalam Google. Pasar merespons kabar ini dengan hati-hati, dan menurut sejumlah laporan, saham Alphabet sempat turun sekitar 5 persen setelah pengumuman perombakan tersebut disampaikan kepada publik.

Apa artinya bagi Google

Bagi Google, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya menyederhanakan pengambilan keputusan dan mempercepat pengembangan produk di tengah persaingan yang kian ketat. Dengan Kavukcuoglu yang lebih dekat ke lini produk dan ke Pichai, perusahaan tampaknya ingin mempersempit jarak antara riset mendalam dan peluncuran produk nyata ke pasar.

Namun, keberhasilan strategi ini masih harus dibuktikan. Pertanyaannya adalah apakah struktur baru mampu menghentikan arus kepergian talenta sekaligus mengejar ketertinggalan dari OpenAI dan Anthropic. Bagi jutaan pengguna dan pengembang di Indonesia yang mengandalkan Gemini, arah baru DeepMind akan turut menentukan produk yang mereka gunakan sehari-hari.

Bagus Putra
WRITTEN BY THE AUTHOR
Bagus Putra
2026-08-19 · 3 min read · 356 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
MORE FROM Bagus Putra
Report this articlesupport@avalw.com